Cermati.com Updates for You adalah ringkasan mingguan dari Cermati.com seputar tips keuangan dan kabar ekonomi terkini yang tayang setiap akhir pekan. Keuntungan Mengajukan KPR dengan Memanfaatkan Tabungan Halo Sobat Cermat, Tahukah kamu bahwa ternyata mengajukan KPR bisa menggunakan dana tabungan? Pada newsletter sebelumnya, Cermati.com telah membahas jenis-jenis tabungan berdasarkan tujuannya. Jika diingat, salah satu pembahasannya adalah jenis tabungan untuk masa depan, yaitu tabungan investasi. Nah, membeli rumah merupakan salah satu tujuan menabung untuk masa depan. Baik untuk pasangan muda atau pasangan tua, memiliki rumah pribadi menjadi impian kebanyakan orang. Salah satu cara membeli rumah ialah dengan menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Akan tetapi, sebelum mengajukan KPR, kamu dan pasangan tentunya sudah harus menyiapkan sejumlah dana agar kredit dapat berjalan lancar. Karena itu, tabungan juga memainkan peranan penting dalam proses membeli rumah. Berikut ini merupakan keuntungan mengajukan KPR menggunakan tabungan. |
|
| Umumnya, ketika mengajukan KPR, kamu akan diminta untuk melunaskan uang muka terlebih dahulu. Uang muka yang belum dilunaskan akan berakibat pada mundurnya pengajuan KPR . Artinya, kamu belum dapat memulai proses cicilan KPR sebelum uang muka itu lunas. Seringkali, uang muka dalam pengajuan KPR tidaklah kecil. Untuk itu, memiliki tabungan dapat memberikan keringanan yang cukup berarti. Tabungan dapat menjadi wadah penyimpanan uang dari berbagai sumber , baik dana yang berasal dari penjualan aset, peminjaman uang, maupun pemasukan sampingan. Jika dana sudah terkumpul, tentunya kamu juga bisa mencairkannya untuk melunasi uang muka KPR. Baca selengkapnya… |
|
| Selayaknya kredit lainnya, bunga menjadi pertimbangan utama untuk mengajukan KPR. Terdapat dua jenis bunga yang perlu diketahui, yaitu bunga floating dan bunga flat. Dari pemahaman mengenai kedua jenis bunga ini, bunga besar atau kecil merupakan suatu hal yang relatif, tergantung pada jenis bunga yang dipilih. Namun, pemilihan jenis bunga KPR ini tidak menjadi masalah ketika kamu telah memiliki tabungan untuk membayar bunga ini tiap bulan. Jika sudah mengetahui rentang bunga KPR, kamu bisa menyisihkan dana terlebih dahulu ke dalam tabungan sejumlah perkiraan biaya bunga yang akan dikeluarkan. Dengan begitu, kamu tidak perlu lagi memikirkan masalah bunga dan berfokus pada pengumpulan dana untuk cicilan KPR. Baca selengkapnya… |
|
| Ketika mengajukan KPR, tentunya kamu akan diberi tahu besaran cicilan yang perlu dilunasi beserta bunganya. Selain itu, kamu juga akan diinformasikan mengenai aturan-aturan pengajuan KPR yang di antaranya merupakan ketentuan mengenai tunggakan. Jika menunggak, banyak hal yang dapat terjadi, seperti mendapatkan peringatan, cicilan yang lebih lama, hingga proses pelelangan. Tentunya, kamu tidak menginginkan ini, kan? Nah, untuk itu memiliki tabungan darurat atau tabungan yang dikhususkan untuk melunasi KPR akan sangat berguna. Baca selengkapnya… |
|
| Mengajukan KPR tentunya akan menambahkan beban finansial, terutama jika kamu memiliki cicilan lainnya. Sebab, cicilan KPR beserta bunganya tidaklah dalam jumlah yang kecil. Jika kamu memiliki cicilan lain, nominal utangmu akan menjadi lebih besar. Untuk itu, kamu bisa melunaskan cicilan lain terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR. Gunakanlah dana yang ada di tabunganmu untuk melunaskan cicilan lain tersebut. Melunaskan cicilan juga akan membuat skor kreditmu menjadi lebih baik. Dengan begitu, pengajuan KPR kamu juga akan menjadi lebih matang dan lancar. Baca selengkapnya… |
|
| Weekly News Flash 1. Virus Covid-19 Masih Ada Di Antara Kita Meskipun vaksinasi telah digencarkan oleh pemerintah Indonesia, tidak berarti virus Covid-19 lenyap di antara kita. Per 7 September, Satgas Covid-19 masih melaporkan kasus-kasus baru yang membuat angka kasus aktif meningkat. Selain itu, angka kematian akibat virus Corona pun juga turut meningkat. Mengetahui hal ini, pemerintah Indonesia masih menghimbau masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat demi menekan angka penyebaran virus Corona. Pemerintah tidak usut mengingatkan masyarakat Indonesia untuk menerapkan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas. 2. Cadangan Devisa Stabil Akibat Keseimbangan Arus Valas Di akhir Agustus kemarin, dinyatakan bahwa cadangan devisa negara tercatat mencapai angka US$ 132,2 miliar. Angka tersebut tidak berubah dari bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa cadangan devisa kita tidak mengalami perubahan dan stabil. Kestabilan ini disebabkan oleh masuknya pajak dan jasa, penerimaan devisa dari migas, dan nilai tukar Rupiah yang tidak terpengaruh ketidakpastian pasar uang global. 3. Tanggapan Grab Mengenai Tarif Ojol Naik Seiring dengan isu kenaikan harga BBM yang tengah ramai sejak akhir Agustus, timbul juga keramaian bahwa harga ojek online (ojol) akan naik. Tentunya, kedua hal tersebut saling berhubungan. Dikabarkan bahwa pada tanggal 10 September harga ojol akan naik. Pihak Grab menanggapi kenaikan ini dengan mengatakan bahwa belum ada salinan Keputusan Menteri Perhubungan yang baru terkait penyesuaian tarif ojek online. Namun, sehubungan dengan itu pihak Grab telah mempersiapkan rincian perubahan tarif ojol. |
|
| This email was sent to nur.rofiq@gmail.com You received this email because you are registered with PT Dwi Cermat Indonesia -- Click here to unsubscribe | |
| |
No comments:
Post a Comment